Showing posts with label Seri A. Show all posts
Showing posts with label Seri A. Show all posts

Friday, August 26, 2011

Milan dan Inter Masih Unggulan Teratas

AC Milan - Inter Milan
Jakarta - Secara umum, tidak banyak perubahan besar yang terjadi di antara tim-tim Seri A. Dua tim sekota, AC Milan dan Inter Milan, menjadi unggulan teratas untuk menjadi kampiun.

Dari segi kekuatan, Milan dan Inter tidak banyak berubah. Beberapa pemain andal pergi, tetapi pemain yang diproyeksikan jadi pengganti pun menjanjikan kualitas yang mumpuni.

Milan misalnya. Mereka memang kehilangan Andrea Pirlo, metronom permainan yang memilih pinangan Juventus. Tapi dengan beragamnya pilihan di lini tengah sesungguhnya kerisauan Milanisti bisa ditekan.

Monday, August 15, 2011

Elia Mau Klub yang Lebih Besar dari Juve

Hamburg SV
Hamburg - Hamburg SV memutuskan tidak menjual Eljero Elia ke Juventus. Keputusan itu tidak disesalkan oleh Elia karena dia memang tidak tertarik bergabung dengan klub raksasa Italia itu. Kenapa?

Juve telah mengajukan tawaran sebesar tujuh juta euro untuk menggaet Elia. Namun, Hamburg menolak tawaran itu dan lantas menegaskan kalau pemainnya tersebut tidak dijual.

Winger internasional Belanda ini tampak senang-senang saja dengan keputusan klubnya menolak tawaran dari La Vecchia Signora karena ingin bergabung dengan klub yang lebih besar.

Thursday, June 16, 2011

'Leonardo Takkan Gegabah Soal Masa Depannya di Inter'

Milan - Leonardo tengah kencang diterpa isu jika dirinya akan pergi dari Inter Milan musim depan. Jika itu memang akhirnya benar terjadi, sebuah keputusan tepat sudah dibuat pelatih asal Brasil itu secara matang.

Kemarin Presiden Inter Massimo Moratti menyebut bahwa eks allenatore AC Milan itu memang tidak menginginkan untuk jadi pelatih di masa depan. Maka ia pun mempersilakan Leonardo untuk mengikuti keinginannya, yaitu jadi seorang direktur teknik.

Tapi tak lama kemudian Moratti langsung mengklarifikasi pernyataannya itu dan disebutnya Leonardo masih bisa bertahan sebagai pelatih Nerazzurri musim depan.

Kabar ini tentunya akan masih berseliweran hingga beberapa pekan depan. Tapi jika memang Leonardo pun nantinya tak jadi lagi pelatih, itu adalah keputusan yang tepat.

Penilaian itu keluar dari mulut mantan anak asuhnya di AC Milan, Luca Antonini, yang menganggap Leonardo akan sama bagusnya sebagai pelatih maupun direktur teknik. Karena pria 42 tahun itu bertalenta hebat.

"PSG adalah bagian dari masa lalunya dan tidak bersinar dalam beberapa tahun terakhir. Leonardo adalah orang tepat untuk membangkitkan klub ini," urai Antonini soal gosip Leonardo ke PSG.

"Leo butuh untuk menentukan apakah yang akan dia lakukan: apakah sebagai pelatih atau direktur? Saya yakin dia akan melakukan keduanya sama baik, jadi ini bukanlah pilihan yang mudah," sambungnya.

"Saya yakin Leonardo akan membuat keputusan yang rasional. Jika dia benar-benar pindah, maka dia telah memikirkannya dengan masak-masak," tuntasnya seperti dilansir Football Italia.

Wednesday, March 30, 2011

Jelang Derby Milan Galliani: Absennya Ibra Akan Pengaruhi Milan

Milan - Kehilangan Zlatan Ibrahimovic akan menjadi pukulan besar buat AC Milan saat menghadapi Inter Milan. Pasalnya striker Swedia itu dinilai sebagai pemain krusial Rossoneri.

Ibra tidak akan tampil karena menjalani hukuman larangan bertanding akibat kedapatan memukul Marco Rossi saat Milan berjumpa Bari beberapa waktu silam.

Awalnya Ibra dijatuhi skorsing sebanyak tiga laga. Namun banding yang diajukan Milan diterima Komisi Disiplin dan menyusutkan sanksi itu menjadi dua laga saja. Namun demikian penyerang jangkung ini tetap absen di Derby Milan, akhir pekan ini.

Absennya Ibra tampaknya cukup bikin kubu Il Diavolo Rosso ketar-ketir. Penyerang berusia 29 tahun tersebut merupakan top skorer timnya saat ini. Ibra juga menjadi penentu kemenangan Milan di pertemuan pertamanya dengan Inter di awal musim lalu.

"Anda masih dapat kalah di derby namun menjuarai liga dan begitu pun sebaliknya. Ini akan menjadi laga yang menentukan jika digelar di akhir kompetisi di mana jarak kedua tim tidak lebih dari tiga poin," Wakil Presiden Milan Adriano Galliani seperti diberitakan AFP.

"Ibra sungguh pemain yang krusial di setiap pertandingan kami, baik dalam menyerang maupun saat bertahan. Saya tidak tahu apakah anda (jurnalis) memperhatikan apa yang sudah dia lakukan saat bertahan dari tendangan sudut dan tendangan bebas.

"Dia adalah pemain yang amat vital, sungguh disayangkan dia tidak dapat bermain di dalam derby tapi masih akan ada tujuh pertandingan lagi," pungkas dia.

Milan kini masih berada di puncak klasemen dengan keunggulan dua angka dari Inter yang ada di bawahnya. Di urutan tiga ada Napoli yang cuma selisih satu angka dari Nerazzurri.

'Seri A Bakal Jadi Liga Kelas Dua di Eropa'

Milan - Jika di medio 90-an hingga awal 2000-an Liga Italia masih berstatus sebagai liga paling elit se-Eropa. Kini kompetisi Seri A bisa segera menjadi hanya sekadar liga kelas dua di daratan Eropa.

Penilaian itu dikeluarkan oleh Direktur AC Milan Umberto Gandini terkait kondisi persepakbolaan di negaranya saat ini. Krisis keuangan yang melanda sebagian besar klub serta rendahnya animo penonton di sana jadi penyebabnya.

Contoh saja rataan penonton di stadion-stadion klub Seri A musim lalu hanya 24.603. Bandingkan dengan Bundesliga yang mencapai angka 42.441 per partai atau di Liga Inggris 34.150 serta di La Liga yaitu 27.699.

Meski Italia mengalami peningkatan yang cukup sigfinikan di rating televisi yaitu 20 persen (mencapai angka 1,41 juta dollar AS) terkait hak siar kolektif para peserta Seri A.

"Sepakbola Italia mengalami masalah besar. Ada penurunan dalam jumlah besar fans yang menonton ke stadion dan semakin banyak yang menonton lewat televisi," tutur Gandini kepada Reuters.

"Masalahnya adalah kesempatan untuk menaikkan pendapatan dan turnover. Kami mempunyai kontrak yang bagus dengan stasiun televisi meskpun jika ada sentralisasi hak klub-klub besar," sambungnya.

"Kami mempunyai pemasukan komersial walaupun tidak terlalu besar. Namun kami sangat sedikit mendapat pendapatan dari stadium, konsensi dan merchandise. Ini jadi gap yang besar antara Italia dengan Inggris serta Spanyol khususnya," sesalnya.

Selain soal rendahnya animo penonton, prestasi wakil-wakil Italia di kompetisi Eropa dari tahun ke tahun kian menurun. Contoh saja musim ini mereka hanya tinggal menyisakan Inter Milan yang masih bertahan di perempatfinal Liga Champions.

Maka tak heran jika koefisien Bundesliga kini menggeser Italia di peringkat ketiga, yang mana mereka berhak mengirimkan empat wakil ke Liga Champions pada musim 2012-2013. Seri A pada musim itu cuma bisa menyertakan tiga wakil.

"Kami tidak begitu bagus di Liga Europa. Klub-klub Jerman sangat bagus yang mana mempengaruhi ranking UEFA. Alasannya mungkin karena klub-klub kami di Liga Europa tidak punya skuad memadai untuk bermain di dua kompetisi yang berpengaruh pada pemasukan dari pertandingan," analisa Gandini.

"Kemampuan untuk berinvestasi adalah kunci untuk membawa para pemain top. Seluruh pemain terbaik kami punya di awal tahun 1990 dan sesudah itu mereka pindah ke Spanyol," tuntasnya.

Thursday, March 10, 2011

'Inter Siap Sulitkan Milan'


Milan - Samuel Eto'o menjamin AC Milan tak akan nyaman menduduki posisi capolista Seri A. Sebab, Inter Milan siap membuat Rossoneri dalam kesulitan.

Milan untuk sementara masih menghuni peringkat teratas klasemen sementara dengan 61 poin dari 28 laga. Inter membuntuti satu strip di bawahnya dengan selisih lima poin.

Dengan sepuluh pertandingan tersisa, Eto'o yakin timnya masih berpeluang untuk menyalip Milan dan mempertahankan scudetto.

"Perburuan scudetto masih terbuka. Kami akan memperjuangkannya. Kami ingin menang," lugas striker Kamerun tersebut, seperti dikutip Football-Italia.

"Kami akan berjuang sampai akhir dan saya harap kami bisa mengulang apa yang kami lakukan tahun lalu," ujar Eto'o.

Pemain 30 tahun ini mengakui bahwa Milan saat ini berada dalam posisi yang lebih baik. Meski demikian, dia menyebut timnya siap menyulitkan Milan.

"Milan sekarang lebih baik karena mereka ada di puncak, tapi kami punya segalanya untuk membuat mereka dalam kesulitan," janjinya.

Dalam lanjutan Seri A akhir pekan ini, Inter akan bertandang ke markas Brescia, Sabtu (12/3/2011) dinihari WIB. Sementara Milan akan menjamu Bari, Minggu (13/3/2011) malam WIB.

Menanti Reaksi Milan & Roma Pasca Liga Champions


Jakarta - AC Milan dan AS Roma baru saja menelan pil pahit di kancah Eropa. Kembali ke Seri A, keduanya sudah dinanti tantangan berat: Milan mempertahankan posisi dan Roma beradu dalam derby.

Langkah Milan dan Roma di Liga Champions terhenti di babak 16 besar. Rossoneri disungkurkan Tottenham Hotspur sedangkan Giallorossi digusur Shakhtar Donetsk.

Berangkat dari hasil tersebut, Milan kini setidaknya bisa lebih fokus ke Seri A di mana mereka sejauh ini masih memuncaki klasemen dengan keunggulan lima poin dari pengejar terdekat, Inter Milan.

"Fokus kami kini pindah ke liga. Penampilan (lawan Spurs) ini memberikan kami banyak kepercayaan diri," tegas Pelatih Milan Massimiliano Allegri di Yahoosports.

Dalam upaya mengamankan posisi tersebut, pada giornata 29 ini Milan akan menghadapi Bari yang merupakan juru kunci klasemen. Maka di atas kertas mestinya Zlatan Ibrahimovic cs mampu meraih angka maksimal di San Siro, Minggu (13/3/2011).

Inter sementara itu terlihat semakin bersemangat mengejar Milan. Sang juara bertahan bertekad terus memberikan tekanan kepada rival sekotanya tersebut.

"Kami akan bertarung sampai akhir dan aku harap kami mampu meraih apa yang kami capai musim lalu," lugas penyerang Samuel Eto'o di Football Italia.

Panas di Olimpico Roma

Giornata 29 Seri A juga akan mengetengahkan duel panas antara dua tim asal kota Roma, AS Roma dan Lazio, yang acap disebut derby della Capitale alias derby ibukota.

Rivalitas antara Roma dan Lazio terkenal sengit dan ini nicaya akan tercermin di lapangan Stadion Olimpico Roma nanti.

Di papan klasemen, Lazio untuk sementara menempati posisi empat di antara Napoli yang ada di posisi tiga dan Udinese di peringkat lima. Dengan poin ketiganya berselisih tipis, Biancocelesti sudah pasti bertekad menang atas Roma agar bisa tetap berada di zona Liga Champions.

Sementara itu Roma yang berada di tempat keenam bukan hanya mengincar angka untuk membenahi posisi. Lebih dari itu, Giallorossi ingin menang dari rival beratnya guna bangkit dari hasil pahit di Liga Champions.

Leonardo: Brescia Dulu Baru Bayern



Milan - Inter Milan mesti menjaga gengsi Italia sebagai satu-satunya tim yang tersisa di Liga Champions. Tapi sebelumnya, Nerazzurri mau fokus ke Seri A dulu.

Tersingkirnya AC Milan dan AS Roma dari kancah Liga Champions pada tengah pekan ini menambah buruk kiprah wakil-wakil Italia di pentas Eropa, setelah sebelumnya juga sudah tersapu bersih dari Liga Europa.

Dengan fakta itu Seri A kini tinggal menyisakan Inter saja di kompetisi Eropa, di mana mereka sedang dihadapkan dengan tim Bundesliga Bayern Munich di babak 16 besar.

Sebagai catatan, Bundesliga adalah kompetisi yang sudah "mengambil" jatah Seri A di Liga Champions sedari musim 2012/13 mendatang. Maka jika Inter sukses menyingkirkan Bayern, publik Italia niscaya ikut senang. Ini tak ayal menambah gengsi duel tersebut.

Selain gengsi, Inter juga memikul beban lain yakni bangkit dari kekalahan 0-1 saat menjamu Bayern di leg I. Guna bertahan, La Beneamata mutlak menang dan unggul agregat saat dijamu Bayern, Rabu (16/3/2011) dinihari WIB.

Sebelum partai krusial itu sendiri Inter harus menghadapi Brescia di kancah Seri A, Sabtu (12/3/2011) dinihari WIB. Laga ini tidak kalah penting karena tim besutan Leonardo itu juga tengah mengejar pemuncak klasemen Milan yang unggul lima angka.

Dengan dua pertandingan penting sudah menunggu, Leonardo dituntut harus pintar-pintar meracik strategi. Ia memulai dengan "mengabaikan" Bayern dulu.

"Kami hanya fokus ke partai (lawan Brescia) nanti. Para pemain saya sangat termotivasi untuk menghadapi Brescia dan itu pertanda bagus," ujarnya di ESPN Star.

Brescia, nilai Leonardo, layak dapat perhatian penuh dari Inter untuk sementara waktu karena bukan lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Apalagi nanti Brescia akan tampil di kandang sendiri.

"Menang tidak akan mudah karena Brescia adalah tim yang sulit ditebak. Mereka selama ini tampil konsisten di kandang," akunya.

Sunday, February 6, 2011

Motta Kini Italia


Roma - Thiago Motta aslinya adalah pesepakbola asal Brasil. Namun tak kunjung mendapat panggilan dari Seleccao, pada akhirnya Motta memilih untuk membela panji timnas Italia.

Gelandang Inter Milan berusia 29 tahun itu termasuk dalam skuad Cesare Prandelli yang disiapkan untuk laga friendly melawan Jerman, 9 Februari besok.

Kabar Motta akan berbaju Azzurri sebenarnya sudah beredar sejak pekan lalu saat si pemain mengaku sudah dihubungi Prandelli mengenai kemungkinan dirinya bergabung ke sana. Meski baru sekitar tiga tahun tinggal di Negeri Pizza, Motta bisa membela Italia karena darah yang didapat dari sang kakek.

Namun sempat terjadi perdebatan karena Motta sebelumnya sempat bermain bagi timnas U-23 Brasil saat Piala Emas tahun 2003. Namun karena itu sifatnya undangan, jadi tak dianggap sebagai panggilan resmi.

Kini kabar itu bukan sekadar isapan jempol karena Motta jadi pemain naturalisasi ketiga sejak Prandelli memegang La Nazionale, setelah Amauri (Brasil) dan Cristian Ledesma (Argentina).

Selain Motta, Prandelli pun kembali membawa kiper Juventus Gianluigi Buffon yang absen lama karena cedera serta Antonio Cassano yang mulai menemukan performanya sejak bergabung dengan AC Milan.

Debutan lain yang ada di antara 23 nama yang dibawa Prandellli adalah playmaker Parma Sebastian Giovinco dan penyerang pinjaman Juve dari Cagliari, Alessandro Matri

Kiper: Buffon (Juventus), Sirigu (Palermo), Viviano (Bologna)

Bek: Astori (Cagliari), Bonucci (Juventus), Cassani (Palermo), Criscito (Genoa), Chiellini (Juventus), Maggio (Napoli), Ranocchia (Inter)

Gelandang: Aquilani (Juventus), De Rossi (Roma), Giovinco (Parma), Mauri (Lazio), Montolivo (Fiorentina), Thiago Motta (Inter), Nocerino (Palermo), Palombo (Sampdoria)

Penyerang: Borriello (Roma), Cassano (Milan), Matri (Juventus), Pazzini (Inter), Rossi (Villarreal)

Friday, February 4, 2011

Laga Sengit di Kota Milan


Milan - Liga Italia pekan ini menyajikan pertarungan besar antara Inter Milan yang akan melawan AS Roma. Sedangkan AC Milan meladeni lawan yang bakal menyulitkan mereka, Genoa.

Pertandingan antara Inter versus Roma bakal digelar di Giuseppe Meazza, Senin (7/2/2011) dinihari WIB.

Kubu tuan rumah telah kembali ke jalurnya sejak ditangani oleh Leonardo. Dalam tujuh partai terakhirnya di Seri A, Nerazzurri cuma sekali kalah.

Meski demikian, Roma juga punya rekor yang tak kalah bagus. Dalam tujuh laga terkahirnya, Francesco Totti dkk. lima kali menang, sekali imbang dan sekali kalah.

Kemenangan jelas menjadi target utama kedua kubu. Inter yang kini ada di urutan tiga, butuh angka penuh untuk merapatkan jaraknya dengan sang pemimpin AC Milan.

Begitu juga dengan Giallorossi yang dua strip di bawah lawannya itu. Jika berhasil meraih tiga poin maka mereka berpeluang kembali ke papan atas.

Namun tampaknya itu bakal berat bagi Roma karena Inter lebih superior dengan perbandingan kemenangan 5:3 dalam 10 laga terkahirnya. Dua sisanya berakhir sama kuat.

Bukan hanya itu saja, Inter juga terlihat perkasa di kandang. Terakhir kali Javier Zanetti dkk. mengecap kekalahan di publik sendiri saat ditekuk 0-1 dari Milan medio November lalu.

Sedangkan saat berhadapan dengan Roma, Inter tidak pernah kalah di Giuseppe Meazza. 'Si Biru-Hitam' berhasil memenangi empat dari enam laga kandang terakhirnya dan sisanya tertahan.

Sehari sebelumnya, Milan akan melawat ke markas Genoa.
Walau lebih diunggulkan, Rossonerri seyogyanya tak boleh lengah karena menurut statistik Genoa sanggup menjadi batu sandungan Zlatan Ibrahimovic dkk.

Dalam lima pertamuan terkahirnya, kedua sama-sama dua kali menang dan sekali berakhir seri. Tetapi Milan sulit menang jika laga digelar di Communale Luigi dengan cuma sekali menang dari lima lawatan terakhirnya.

Di saat yang bersamaan, Juventus akan bertandang ke Saint Elia untuk berhadapan dengan Cagliari. Poin penuh wajib diperoleh untuk mendongkrak kepercayaan diri Milos Krasic dkk. Pasalnya mereka cuma mereguk sekali kemenangan dalam lima partai terakhirnya.

Dua tim yang ada di posisi empat besar, Lazio dan Napoli mendapat lawan yang relatif lebih mudah. Bianceleste menjamu Chievo dan Napoli kedatangan tim yang ada di zona degradasi Cesena.

'Dihantam' Kozak, Legrottaglie Sempat Khawatir Mati


Milan - Nicola Legrottaglie mengalami debut menyeramkan bersama AC Milan. Bukan karena timnya kalah, tapi pengalaman nyaris mati setelah dia berbenturan dengan pemain Lazio.

Legrottaglie langsung dimainkan Massimilliano Allegri hanya sehari setelah resmi didatangkan dari Juventus. Malang buat bek senior itu, dia tak dapat bermain penuh karena mengalami cedera usai berbenturan dengan pemain muda Lazio, Libor Kozak.

Usai kepalanya beradu dengan lutut lawan, Legrottaglie langsung terkapar di atas lapangan. Dia terlihat tak bergerak selama beberapa menit sebelum kemudian dibawa ke rumahsakit dan menghabiskan malam di sana.

"Saya pikir saya akan mati. Saya sudah menjalani scan dan syukurlah semua baik-baik saja. Tak ada akibat serius dar kejadian tersebut," sahut Legrottaglie di Football Italia.

Diakui bek 34 tahun itu, menyaksikan rekaman kejadian dari laga yang berkesudahan 0-0 masih memunculkan kengerian. Meski begitu Legrottaglie sama sekali tak menyalahkan Kozak atas cedera yang menimpanya.

"Semakin saya melihat kejadian tersebut, itu semakin mengerikan karena selama lima menit saya terjatuh saya tak bisa menggerakan kaki dan tangan. Dalam periode lima menit tersebut saya menyaksikan film dari kehidupan saya dalam pikiran."

"Saya tak menyalahkan Kozak atas kejadian tersebut. Saya tidak berpikir dia melakukannya dengan disengaja," tuntas dia.

Camoranesi Mudik ke Argentina


Buenos Aires - Karier Mauro Camoranesi berlanjut di tanah kelahirannya, Argentina. Eks bintang Juventus itu bergabung dengan klub divisi satu Negeri Tango, Lanus.

Diberitakan Reuters, Camoranesi yang meninggalkan VfB Stuttgart pekan lalu akan secara resmi diperkenalkan oleh Lanus pada hari ini. Pemain yang ikut membawa Italia jadi juara Piala Dunia 2006 itu dikontrak selama dua tahun.

"Saat ini semua sudah disepakati. Camoranesi sudah berbicara dengan pelatih Gabriel Schurrer. Dia akan mulai berlatih bersama skuad pada Kamis," terang presiden Lanus, Nicolas Russo.

Camoranesi lahir di Tandil, Argentina, 34 tahun silam. Dia mengawali karier sepakbolanya di klub lokal Aldosivi.

Setelah sempat bergabung dengan beberapa klub Argentina lain, dia hijrah ke Meksiko untuk bergabung dengan Cruz Azul pada tahun 1998. Dua tahun membela Cruz Azul, pemain yang mengoleksi 55 caps bersama timnas Italia ini digaet klub Seri A, Verona.

Di Verona-lah nama Camoranesi mulai mencuri perhatian. Juventus yang kepincut akhirnya memboyongnya ke Turin pada tahun 2002.

Selama membela Bianconeri, pemain bernama lengkap Mauro German Camoranesi Serra tersebut meraih satu gelar Seri A dan dua gelar Piala Super Italia. Prestasi tertingginya adalah saat mengangkat trofi Piala Dunia bersama Azzurri tahun 2006.

Thursday, February 3, 2011

Bursa Transfer Januari: Seru di Inggris & Italia


Jakarta - Bursa transfer paruh kedua musim ini sudah rampung. Dan seperti yang sudah-sudah, cerita seru serta menarik selalu terjadi dan kali ini Liga Inggris serta Italia jadi tempatnya.

Sebelum dibuka pada 1 Januari lalu, lalu lalang bursa transfer sudah terjadi. Beberapa pemain sudah memastikan diri berpindah klub di pertengahan bulan Desember. Nah barulah semua itu resmi ketika tahun 2011 dimulai.

Dimulai dari Liga Inggris ketika Manchester City membeli Edin Dzeko seharga 27 juta poundsterling yang tak lama berselang dibarengi dengan Aston Villa yang mendatangkan Darren Bent dengan banderol 24 juta pound yang jadi rekor transfer klub asal Birmingham itu.

Lalu Tottenham Hotspur yang membeli Steven Pienaar dari Everton. Namun dua klub raksasa Manchester United dan Arsenal terlihat adem ayem di bursa kali ini di mana tak ada satupun pemain yang masuk atau keluar dari sana.

Bursa musim dingin di Inggris pun terasa panas di penghujung waktu ketika dua klub Liverpool dan Chelsea melakukan mega deal soal pembelian Fernando Torres yang memecahkan rekor transfer di Inggris.

Disebut-sebut The Blues mengeluarkan dana 45 juta pound untuk memboyong Torres ke Stamford Bridge.

Sebelum transfer Torres diresmikan, The Reds pun melakukan pembelian wah ketika menggaet Andy Carroll dari Newcastle United dengan nilai 35 juta pound sebagai ganti Torres. Luis Suarez pun jadi nama besar lain yang didatangkan Pool dengan nilai 26,5 juta euro.

Tak berbeda jauh di Italia di mana trio raksasa Inter Milan, AC Milan dan Juventus melakukan pembelian pemain untuk menjaga atau menaikkan performa mereka di paruh kedua musim ini.

Milan yang kini berada di puncak klasemen Seri A memboyong Antonio Cassano, Urby Emanuelson, Mark Van Bommel, Didac Vila, dan Nicola Legrottaglie. Sementara Inter yang pasif di musim panas lalu berbenah dengan mendatangkan Giampaolo Pazzini, Andrea Ranocchia, Houssin Kharja dan Yuto Nagatomo.

Juventus pun yang performanya sedang naik turun melepas Amauri ke Parma dengan status pinjaman dan mendatangkan Alessandro Matri, Luca Toni dan Andrea Barzagli ke Olimpico Turin.

Sementara itu di Liga Spanyol dan Liga Jerman praktis tak ada yang transfer yang menghebohkan. Hanya Emannuel Adebayor yang dipinjam Real Madrid serta Barcelona yang membeli Ibrahim Affellay.

Tuesday, February 1, 2011

Pemain Jepang Tambah Amunisi Inter


Milan - Inter Milan menambah amunisinya dengan meminjam full-back Yuto Nagatomo dari Cesena. Sebagai gantinya, Nerazzuri mengirim Davide Santon ke Cesena.

Nagatomo bukanlah pemain belakang pertama yang didatangkan Inter di bursa transfer kali ini. Sebelumnya, Inter juga sudah mendapatkan Andrea Ranocchia.

Pengumuman resmi bergabungnya pemain berposisi full-back tersebut disampaikan Inter melalui situs resminya, Selasa (1/2/2011) dinihari WIB.

"Seluruh Inter menyambut Nagatomo, salah satu representasi yang terpenting dalam persepakbolaan Jepang. Sabtu kemarin, di bawah panduan dari Alberto Zacceroni -- mantan pelatih Inter Milan yang dihormati presiden Massimo Moratti dan klub-- Yuto mengantar negaranya juara Piala Asia 2011. Umpan silang Yuto berujung gol penentu Jepang yang dilesakkan Lee Tadanari," demikian bunyi statemen tersebut.

Sebagai gantinya, juara bertahan Seri A itu meminjamkan Santon ke Cesena. Selama memperkuat Inter, bek muda Italia ini banyak mengalami cedera yang membuat dia gagal tampil maksimal.

Ada pun di hari terakhir bursa transfer Januari 2011 ini, Inter juga meminjamkan Sulley Muntari ke klub Liga Inggris Sunderland dan Nelson Rivas ke kontestan Liga Ukraina Dnipro Dnipropetrovsk.

Milan-Lazio Tanpa Pemenang


Milan - Duel antara AC Milan kontra Lazio berakhir tanpa pemenang. Skor 0-0 menutup pertandingan antara Il Diavolo Rosso versus Gli Aquilotti ini. Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen.

Milan menjamu Lazio di San Siro, Rabu (2/2/2011) dinihari WIB. Tuan rumah tampil dominan di pertandingan ini dengan mencatatkan 20 kali tembakan berbanding tujuh kali tembakan milik Lazio.

Namun untuk efektifitas, hanya dua kali tembakan Milan yang mengarah ke gawang Fernando Muslera. Sementara bagi Lazio hanya satu kali serangan mereka mengarah ke gawang Christian Abbiati.

Tambahan satu angka membuat Milan memperkokoh posisinya di puncak klasemen dengan nilai 48 atau unggul lima angka dari pesaing terdekatnya yakni Napoli. Sementara bagi Lazio tetap berada di urutan ketiga dengan nilai 41.

Jalannya Pertandingan

Lazio melancarkan tekanan begitu pertandingan dimulai. Bola deflected yang mengenai Cristian Ledesma mengarah ke gawang Milan. Situasi itu bisa ditangkal oleh Christian Abbiati.

Milan mendapatkan peluang di menit ke-13. Tandukan Mathieu Flamini usai menerima umpan dari Massimo Oddo masih melambung dari sasaran.

Flamini kembali memiliki kans di delapan menit berselang. Kali ini sepakan voli-nya juga masih di atas gawang Lazio yang dijaga Fernando Muslera.

Setengah jam laga berjalan, serbuan Milan yang dibangun lewat Oddo dan diakhiri sepakan Thiago Silva masih bisa dimentahkan oleh Fernando Muslera.

Babak pertama didominasi oleh Milan dengan penguasaan 56 berbanding 44. Namun hingga turun minum, tidak ada gol yang tercipta.

Ibrahimovic! Enam menit babak kedua berjalan, pemain asal Swedia ini melepaskan tembakan yang masih membentur gawang Lazio. Menti ke-52, usaha Milan lewat Flamini juga masih gagal berkat aksi Muslera.

Rossoneri benar-benar mengurung tamunya di babak kedua ini. Meski begitu anak asuh Massimiliano Allegri tidak berhasil menjaringkan satu gol pun ke gawang Lazio.

Ada pun Biancocelesti sendiri praktis tak memiliki peluang matang di sepanjang 45 menit kedua.

Susunan Pemain

Milan: Abbiati; Oddo, Bonera (Legrottaglie 46') (Papastathopoulos 90'), Yepes, Antonini, Flamini, Thiago Silva, Emanuelson, Robinho, Pato (Cassano 63'), Ibrahimovic

Lazio: Muslera; Lichtsteiner, Dias, Biava, Radu, Brocchi, Ledesma, Gonzalez (Bresciano 74'), Hernanes, Kozak, Sculli (Mauri 81')

Milan Terlalu Kacau untuk Menang


Milan - Hanya bermain imbang 0-0 di kandang bukanlah hal yang bagus untuk AC Milan. Pelatih Rossoneri, Massimiliano Allegri, menyebutkan beberapa kekacauan yang dilakukan timnya sehingga kemenangan gagal diraih.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Siro, Rabu (2/2/2011) dinihari WIB, Milan melepaskan 20 tembakan sepanjang pertandingan. Terlihat trengginas memang, tetapi fakta bahwa hanya dua tembakan yang mengarah tepat ke gawang Lazio menunjukkan Milan banyak membuang peluang.

Allegri sendiri menyebut bahwa skuadnya banyak melakukan salah operan. Tapi ia juga mengakui bahwa Lazio bertahan dengan baik sehingga para pemainnya kesulitan untuk menerobos masuk ke pertahanan.

"Kami terlalu terburu-buru di babak pertama dan akhirnya malah banyak melakukan salah oper," ungkap Allegri di Football Italia.

"Lazio bertahan dengan baik malam ini, tapi tak pernah benar-benar mendapatkan shot on goal. Pada beberapa kesempatan kami bermain dengan baik. Pada kesempatan lainnya kami bermain terlalu kacau."

"Tapi kami memiliki banyak peluang dan beberapa kali menghantam gawang dengan cara yang sama. Saya pikir, secara keseluruhan, kami layak menang," tukasnya.

Hasil imbang ini tak mengubah posisi Milan. Mereka tetap memuncaki klasemen sementara Seri A dengan nilai dengan nilai 48 atau unggul lima angka dari pesaing terdekatnya yakni Napoli.

Duo Milan 'Panas' di Musim Dingin


Roma - Aktivitas dua klub kota Milan di bursa transfer musim dingin paling menyita perhatian. Inter dan AC Milan mendatangkan sejumlah pemain top untuk memperkuat skuadnya demi mengejar scudetto.

Milan memang kehilangan Ronaldinho yang dilego ke Flamengo. Tapi Rossoneri memperoleh ganti yang sepadan dengan datangnya Antonio Cassano dari Sampdoria. Selain itu, mereka juga mendapatkan sejumlah nama-nama tenar semacam Mark van Bommel, Urby Emanuelson, dan Nicola Legrottaglie.

Sementara Inter juga tak kalah 'galak'. Semenjak suksesi kepelatihan dari Rafael Benitez ke Leonardo, Nerazzurri cukup aktif berbelanja pemain. Andrea Ranocchia, Giampaolo Pazzini, dan Yuto Nagatomo merupakan sebagian nama-nama baru di skuad La Beneamata.

BARI
In: Gilk (D, Palermo), Okaka (A, Roma), Bonvissuto (A, Ascoli), Rudolf (A, Genoa), Bentivoglio (M, Chievo), Huseklepp (A, Brann Norway), Codrea (M, Siena), Kopanek (M, Spartak Trnava)
Out: Pulzetti (M, Chievo), Crini (M, Grosseto), Caputo (A, Siena), D'Alessandro (M, Livorno)

BOLOGNA
In: Bisoli (M, Cagliari), Montelongo (D, Milan)
Out: -

BRESCIA
In: Milijevic (M, PAOK), Lanzafame (A, Juventus), Zanetti (M, Fiorentina), Jonathas (A, AZ Alkmar), Accardi (D, Sampdoria)
Out: Budel (M, Torino), De Maio (D, Frosinone), Feczesin (A, Ascoli), Taddei (M, Triestina), Martinez (D, Sampdoria)

CAGLIARI
In: Grosso (G, Gemini Pirri), Missiroli (M, Reggina), Ceppellini (M, Penarol)
Out: Bisoli (M, Bologna), Biasi (D, Frosinone), Pinardi (A, Vicenza), Adejo (D, Reggina), Matri (A, Juventus)

CATANIA
In: Lodi (M, Frosinone), Schelotto (D/M, Cesena), Bergessio (A, Saint Etienne)
Out: Barrientos (A, Estudiantes), Delvecchio (M, Atalanta), Antenucci (A, Torino), Mascara (M, Napoli)

CESENA
In: Dellafiore (D, Parma), Sammarco (M, Sampdoria), Calderoni (G, Atletico Roma), Cusaro (D, Bellaria), Simoncini (G, Bellaria), Rosina (M, Zenit), Felipe (D, Fiorentina), Santon (D, Inter)
Out: Cavalieri (G, Fluminese), Ighalo (A, Granada), Teodorani (G, Bellaria), Turchetta (M, Bellaria), Nagatomo (D, Inter), Schelotto (D/M, Catania)

CHIEVO
In: Uribe (A, Once Caldas), Pulzetti (M, Bari), Dimitrijevic (M, FK Rad)
Out: Gasparetto (A, Cremonese), Farias (A, Foggia), De Paula (A, Padova), Bentivoglio (M, Bari)

FIORENTINA
In: Neto (G, Atletico Paranaense), Behrami (M, West Ham United), Salifu (M, Vicenza)
Out: Papa Waigo (A, Grosseto), Savio (F, Chernomoretz), Zanetti (M, Brescia), Felipe (D, Cesena)

GENOA
In: Paloschi (A, Parma), Antonelli (D, Parma), Kucka (M, Sparta Prague), Jelenic (A, Koper), Gomes (M, Belenenses), Boselli (A, Wigan Athletic), Floro Flores (A, Udinese), Hallenius (A, Hammarby), Konko (M, Sevilla), Rodriguez (M, Penarol)
Out: Ranocchia (D, Inter), Tomovic (D, Lecce), Modesto (D, Parma), Palladino (A, Parma), Toni (A, Juventus), Rudolf (A, Bari), Sculli (A, Lazio), Kharja (M, Inter)

INTER
In: Ranocchia (D, Genoa), Bardi (G, Livorno), Mannini (D, Siena), Spendlhofer (D, AKA St Polten), Pazzini (A, Sampdoria), Knassmuller (M, Bayern Munich), Kharja (M, Genoa), Nagatomo (D, Cesena)
Out: Mancini (A, Atletico Miniero), Biabiany (F, Sampdoria), Muntari (M, Sunderland), Rivas (D, Dnipro), Santon (D, Cesena)

JUVENTUS
In: Toni (A, Genoa), Magnusson (D, Fram), Barzagli (D, Juventus), Matri (A, Cagliari)
Out: Lanzafame (A, Brescia), Immobile (A, Grosseto), Legrottaglie (D, Milan), Amauri (A, Parma)

LAZIO
In: Sculli (A, Genoa), Mosciatti (G, Lazio)
Out: Perpetuini (M, Foggia), Cavanda (D, Torino)

LECCE
In: Tomovic (D, Genoa)
Out: Diamoutene (D, Pescara), Bergougnoux (A, Chateauroux)

MILAN
In: Cassano (A, Sampdoria), Emanuelson (M, Ajax), Van Bommel (M, Bayern Munich), Didac Vila (D, Espanyol), Legrottaglie (D, Juventus)
Out: Ronaldinho (A, Flamengo), Onyewu (D, Twente)

NAPOLI
In: Fernandez (D, Tigre), Ruiz (D, Espanyol), Mascara (M, Catania)
Out: Rullo (D, Modena), Bucchi (A, Pescara)

PALERMO
In: Andelkovic (D, Maribor), Kurtic (M, Gorica), Milanovic (D, Lokomotiv Moscow), Labrin (D, Huachipito), Paolucci (A, Siena)
Out: Glik (D, Bari), Ciaramitaro (M, Modena), Maccarone (A, Sampdoria), Joao Pedro (M, Vitoria Guimaraes)

PARMA
In: Modesto (D, Genoa), Palladino (A, Genoa), Calvo (M, Aris), Amauri (A, Juventus)
Out: Paloschi (A, Genoa), Antonelli (D, Genoa), Dellafiore (D, Cesena), Danilo Pereira (M, Aris Thessaloniki)

ROMA
In: -
Out: Baptista (A, Malaga), Okaka (A, Bari), Cicinho (D, Villarreal), Antunes (D, Livorno)

SAMPDORIA
In: Macheda (A, Manchester United), Icardi (M, Barcelona), Martella (D, Pescara), Laczko (D, Debrecen), Maccarone (A, Palermo), Celjak (D, Sampdoria), Biabiany (F, Inter), Martinez (Brescia)
Out: Cassano (A, Sampdoria), Sammarco (M, Cesena), Rossini (D, Sassuolo), Fiorillo (G, Spezia), Marilungo (A, Atalanta), Lorusso (D, Ascoli), Mustacchio (M, Vicenza), Pazzini (A, Inter), Cacciatore (D, Siena), Accardi (D, Brescia)

UDINESE

In: Ekstrand (D, Helsingborgs)
Out: Floro Flores (A, Genoa), Berget (M, Stromsgodset), Forestieri (A, Empoli), Jefferson (D, Salernitana), Fabinho (D, Salernitana), Morosini (M, Vicenza)


Keterangan:
G: Goalkeeper/Penjaga Gawang
D: Defender/Bek
M: Midfielder/Gelandang
A: Attacker/Penyerang

Wednesday, January 5, 2011

Buffon Terbaik Dekade Ini

Bonn - Gianluigi Buffon dinobatkan sebagai kiper terbaik di dekade ini oleh IFFHS. Kiper Juventus dan timnas Italia ini sukses menyisihkan Iker Casillas dan Petr Cech.

International Federation of Football History & Satistics (IFFHS) mendapuk Buffon sebagai penjaga gawang terbaik di era tahun 2000-2010, meski dalam beberapa tahun terakhir dia lebih banyak berkutat di ruang perawatan.

Kiper Real Madrid dan timnas Spanyol Iker Casillas harus puas di tempat kedua. Sementara shot-stopper Chelsea, Petr Cech, menghuni peringkat ketiga. Nama-nama lain yang masuk posisi 10 besar adalah Edwin van der Sar, Oliver Kahn, Nelson Dida, Jens Lehmann, Roberto Carlos Abbodanzieri, Victor Valdes dan Julio Cesar.

Sebelum penghargaan ini, IFFHS menetapkan Casillas sebagai kiper terbaik tahun 2010. Dia berhasil mengungguli Julio Cesar dan Cech yang ada di tempat kedua dan ketiga.

10 Besar Kiper Terbaik 2000-2010 versi IFFHS

Urutan - Nama - Negara asal - Poin

1. Gianluigi Buffon Italia 182
2. Iker Casillas Spanyol 177
3. Petr Cech Rep.Ceko 138
4. Edwin van der Sar Belanda 105
5. Oliver Kahn Jerman 99
6. Dida Brasil 90
7. Jens Lehmann Jerman 72
8. Roberto Carlos Abbondanzieri Argentina 68
9. Victor Valdes Spanyol 64
10. Julio Cesar Brasil 63

Sunday, January 2, 2011

Leonardo yang Seperti Mourinho


Milan - Leonardo ternyata sudah dibidik Inter Milan sejak awal musim lalu. Meski terlambat, keputusan mengontrak eks pembesut AC Milan itu dianggap tepat lantaran kinerja dia mirip-mirip dengan Jose Mourinho.

Di musim panas setelah Mourinho memutuskan pergi ke Real Madrid, nama Leonardo diakui Massimo Moratti sudah muncul sebagai calon utama pelatih Nerazzurri. Namun pihak Inter urung mengajukan kesepakatan karena pria asal Brasil itu sempat mengatakan ingin rehat usai putus hubungan dengan Milan.

"Itu benar, saya berpikir soal Leonardo di Bulan Juni, tapi itu sepertinya tak pantas menawari dia kerja karena dia baru saja mengatakan ingin istirahat setelah meninggalkan Milan," ungkap Moratti di Gazzetta dello Sport seperti dikutip Football Italia.

Lebih kurang sepekan setelah resmi dikontrak, Moratti sudah terlihat puas dengan pelatih barunya itu. Dia menyebut, dalam beberapa hal Leonardo punya banyak kemiripan dengan Mourinho.

"Saya percaya Leo adalah suksesor alami dari Mourinho. Saat kami memilih Benitez, dia terlihat punya pengalaman untuk menghadapi situasi, tapi semua orang sudah berusaha menghadapi situasi dengan cara terbaik yang mereka bisa."

"Leonardo mengingatkan saya pada Mourinho, karena saya juga melihat awal yang hebat, perhatian terhadap hal-hal detil, antusiasme dan kepekaan terhadap pekerjaan," tuntas sang presiden.

Tabrak Kamera, Cedera Robinho Tak Parah


Dubai - Robinho mengalami kecelakaan aneh saat di menabrak kamera televisi dalam laga AC Milan vs Al Ahli. Tak mengalami cedera parah, sang striker diharapkan bisa bermain di laga pembuka 2011 kontra Cagliari.

Milan memetik kemenangan tipis dengan skor 2-1 atas Al Ahli dalam sebuah laga persahabatan. Dalam pertandingan yang menjadi debut Antonio Cassano tersebut nasib sial diterima Robinho yang mengalami cedera.

Dia harus menyudahi laga di menit 85 setelah membentur kamera di pinggir lapangan ketika sedang berduel dengan pemain lawan. Pemain asal Brasil itu mendaratkan lututnya tepat di bagian dasar kamera, demikian dikutip dari Football Italia.

"Robinho mengalami luka pada lutut dan di bawah lututnya. Semoga dia tak absen (dalam laga kontra Cagliari pada 6 Januari)," sahut Massimiliano Allegri di Yahoosport.

Terkait cedera aneh yang mendatangi cedera pemainnya itu, Allegri menolak menyalahkan panitia pertandingan yang meletakkan kamera di pinggir lapangan.

"Itu masalah pertandingan sepakbola. Sayangnya sang pemain tak menyadari kalau dia berada dekat dengan kamera," tuntas Allegri.